
Bloomberg News
Bloomberg, Para pembeli tembaga asal China, yang bergegas mengamankan pasokan di tengah pasar yang semakin ketat, telah mendorong indikator utama permintaan impor melonjak ke rekor tertinggi.
Premi Yangshan—mengukur selisih harga yang dibayarkan importir China di atas harga London Metal Exchange (LME)—melonjak pada Rabu (28/10/2026) menjadi lebih dari US$200/metrik ton. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam data Fastmarkets sejak 2017.
Lonjakan premi Yangshan—dinamai sesuai nama pelabuhan di Shanghai yang menjadi pusat utama impor tembaga China—tersebut selama beberapa bulan terakhir mencerminkan persaingan yang kian ketat untuk mendapatkan logam tembaga, baik di dalam maupun luar negeri.
Prospek penerapan tarif impor Amerika Serikat (AS) telah memicu pengiriman tembaga dalam volume besar ke sana. Sementara di China, persediaan kian menipis dan produksi melambat.





























