Logo Bloomberg Technoz

Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai tekanan terutama berasal dari tren higher for longer kebijakan moneter Federal Reserve, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun yang kembali menyentuh 5%, pelemahan nilai tukar rupiah, serta harga minyak yang masih tinggi.

Sentimen pekan ini akan berfokus pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) 22–23 September, dengan konsensus masih memperkirakan BI Rate di 5,75%. Stabilisasi rupiah turut menjadi perhatian utama setelah The Fed dan bank sentral Jepang sama-sama menaikkan suku bunga acuan.

“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah breakdown MA20 di 6.551 dan MACD mempertahankan bearish crossover,” papar BRI Danareksa. Dengan catatan selama mampu bertahan di atas support 6.390, terdapat peluang technical rebound menuju 6.585.

Adapun breakout di level tersebut membuka ruang menuju 6.705. Sebaliknya, breakdown 6.390 berisiko membawa IHSG menguji 6.220

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ANTM, ITMG, dan ARCI.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut konflik di Timur Tengah berpotensi masih akan berpengaruh terhadap pergerakan Indeks di bursa saham global, terutama melalui harga minyak, serta ekspektasi inflasi dan kenaikan suku bunga. Investor terus mencermati komentar sejumlah pejabat The Fed mengenai prospek kebijakan moneter selanjutnya.

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG konsolidasi pada kisaran 6.400–6.550. Jika IHSG breakdown 6.400, maka ada kemungkinan menguji level 6.300–6.350,” mengutip analisis Phintraco.

Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ANTM, EMAS, MDKA, MBMA, SILO, dan TPIA. 

Kemudian Mirae Asset Sekuritas memaparkan, investor mencermati penuh RDG Bank Indonesia pada 22–23 September, khususnya respons BI terhadap tekanan rupiah dan kondisi likuiditas global. Selain itu, pergerakan rupiah, arus dana asing, harga minyak yang masih tinggi, serta perkembangan geopolitik akan menjadi faktor penting.

Harga minyak yang masih berada di atas US$100/barel berpotensi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membatasi ruang pelonggaran moneter Indonesia. Sementara itu, agenda rebalancing FTSE dan implementasi kembali transaksi short selling juga berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham-saham tertentu.

Saham–saham pilihan versi Mirae meliputi BREN, CPIN, dan MTEL.

Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berisiko melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang terus meningkat, harga minyak yang masih tinggi, melemahnya sebagian besar komoditas utama, serta derasnya outflow dana asing. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BULL, PGEO, dan BBRI.

(fad)

No more pages