Di lain sisi, pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut belum sepenuhnya pulih ke tingkat sebelum perang, sehingga membatasi produksi bahan bakar termasuk gasoil atau solar di kilang-kilang minyak di berbagai belahan dunia lainnya.
Belum lagi, Rusia telah melarang sebagian besar ekspor solar ini dan mungkin akan memperpanjang pembatasan tersebut hingga Oktober, seiring dengan serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina yang terus menghantam fasilitas pengolahan minyak negara itu.
Pada akhir pekan lalu, Kilang Minyak Moskwa sudah terkena serangan yang menandakan bagian dari rangkaian serangan malam hari terbesar tahun ini.
Sebagian besar pengemudi di AS tidak menggunakan solar untuk kendaraan pribadi mereka. Namun, bahan bakar ini—yang digunakan untuk truk, peralatan pertanian, generator listrik, kapal, kereta api, dan sistem pemanas rumah—berperan penting dalam hampir setiap sektor perekonomian.
Menjelang pemilihan umum paruh waktu, rekor harga solar dapat menggerus dukungan bagi Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump, baik di negara-negara bagian agraris seperti Iowa maupun di negara-negara bagian yang bergantung pada minyak pemanas rumah seperti Maine.
Meski demikian, ada sedikit kabar baik bagi pengemudi truk dan konsumen, walaupun mungkin tidak terasa demikian.
Menurut Institute for Progress, sebuah lembaga kajian (think tank) yang berbasis di Washington, jika disesuaikan dengan tingkat inflasi, harga saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi 2022.
(bbn)




























