Logo Bloomberg Technoz

Diincar Investor, Emiten AS Enggan Rilis Obligasi Jangka Panjang

News
20 September 2026 10:30

Ilustrasi pasar obligasi (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi pasar obligasi (Sumber: Bloomberg)

Emily Graffeo, Caleb Mutua, Finbarr Flynn dan Ronan Martin- Bloomberg News

Bloomberg, Investor memburu jenis utang yang justru enggan dijual perusahaan saat ini: obligasi dengan tenor lebih panting.

Ketika broker asuransi Aon Inc. menjual obligasi senilai US$2 miliar atau sekitar Rp35,63 triliun  (asumsi US$1 sama dengan Rp17.813) dengan tenor 30 tahun pada Senin, investor mengajukan pesanan senilai US$10 miliar (Rp178,13 triliun). Sementara ketika perusahaan farmasi GSK Plc menjual obligasi senilai US$500 juta (Rp8,91 triliun) dengan tenor 30 tahun awal bulan ini, permintaan sekitar 10 kali lebih besar dari jumlah yang ditawarkan, dengan asumsi US$1 sama dengan Rp17.813.


Permintaan tersebut lebih tinggi dibandingkan hampir seluruh periode tahun ini. Rata-rata, pesanan untuk obligasi korporasi AS berperingkat tinggi mencapai sekitar empat kali lipat dari jumlah obligasi yang ditawarkan pada 2026.

Semua itu didorong oleh kenaikan imbal hasil secara global, terutama pada obligasi bertenor panjang, setelah kekhawatiran inflasi meningkat. Bank-bank sentral, termasuk Federal Reserve pekan ini, menaikkan suku bunga untuk berupaya menekan biaya pinjaman jangka panjang. Namun, sementara itu, perusahaan enggan menerbitkan obligasi yang akan memaksa mereka membayar bunga relatif tinggi selama beberapa dekade. Sebaliknya, investor bersemangat membeli obligasi yang akan menghasilkan pendapatan tinggi selama bertahun-tahun.