Bitcoin Sideways di US$76.500-an, Terpukul Putusan Bunga The Fed
Redaksi
18 September 2026 08:39

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar kripto bergejolak akibat dua pukulan ganda, bank sentral Amerika Serikat atau The Fed mengumumkan kenaikan bunga acuan, serta penolakan rancangan regulasi yang sebelumnya diharapkan mendorong ekosistem aset digital.
Bitcoin, kripto paling berharga di dunia sekaligus menjadi acuan, mencatatkan berpegarakan pada kisaran US$76.500-an hingga Jumat (18/9/2026) pagi waktu Indonesia.Posisi relatif tidak banyak bergerak dalam 24 jam perdagangan terakhir.
Namun sejak isu kenaikan bunga acuan Fed Bitcoin, secara relatif harga mengalami tekanan, dimana pekan ini BTC sempat menyentuh US$79.000-an. Kemerosotan sendiri sempat terjadi hingga level US$74.985 pada Kamis kemarin waktu Indonesia.
Kenaikan bunga yang terjadi pertama kalinya dalam tiga tahun di era Kevin Warsh semakin tidak menguntungkan Bitcoin setidaknya dalam jangka pendek. Sebagaimana catatan Bloomberg, dari 10 kejadian terakhir ketika The Fed menaikkan suku bunga — di luar kejadian hari ini — hanya dua kali harga Bitcoin naik sebulan kemudian.
Gairah pasar semakin lesu akibat Senat gagal mengesahkan RUU tersebut pada hari Selasa, sebuah kondisi yang menghilangkan pilar dukungan yang diharapkan di saat minat investor ritel luntur. Likuiditas yang semakin ketat menambah beban pasar.






























