Logo Bloomberg Technoz

IHSG Merah, Saham-saham Nikel Justru Menguat

Muhammad Julian Fadli
12 February 2026 17:40

Pelajar melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan melemah 0,31% di posisi 8.265,35 pada Kamis (12/2/2026). Menariknya, sejumlah saham–saham nikel berikut ini justru berhasil menghijau, saham INCO misalnya menguat 3,65% point–to–point.

Sepanjang perdagangan siang hari ini, IHSG terus melanjutkan sesi pelemahan di zona merah dengan penurunan terdalam menyentuh 8.220,15. Laju IHSG berada di level 8.334,02–8.220,15.

Penutupan IHSG Sesi II pada Kamis 12 Februari 2026 (Bloomberg)

Tercatat hanya ada penguatan 294 saham, dan sebanyak 384 saham terjadi pelemahan. Sisanya 144 saham stagnan. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp23,84 triliun dari 43,26 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi jual–beli 3,02 juta kali.


Sejumlah saham juga menjadi pemberat IHSG pada perdagangan hari ini. Saham–saham kesehatan, saham konsumen non primer, dan saham konsumen primer mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing minus 1,25%, 0,91% dan 0,6%.

Sedang saham–saham barang baku yang menaungi saham–saham nikel berhasil melesat di zona hijau dengan menguat 1,45% yang jauh berseberangan dengan IHSG.