10 saham dengan net buy tertinggi oleh investor asing sepanjang Sesi I:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp76,12 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp75,72 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp71,42 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp49,15 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp43,19 miliar
- PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) Rp16,38 miliar
- PT Timah Tbk (TINS) Rp12,58 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp11,6 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp7,85 miliar
- PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) Rp6,92 miliar
Arah investor asing tengah menjadi perhatian di tengah reshuffle Kabinet Merah Putih pada, Senin (14/9/2026). Hal ini direspons investor asing dengan catatan aksi jual bersih (net sell), terlebih manuver itu berlanjut hingga perdagangan Sesi I siang hari ini, Selasa (15/9/2026).
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet dengan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Di tengah pergerakan tersebut, investor asing melakukan net sell hingga Rp337,44 miliar. Biarpun demikian, bukan berarti arah tersebut merupakan sinyal kuat pasar merespons hasil reshuffle. Pasalnya, pasar sendiri sejatinya masih menunggu kredibilitas dan kepastian kebijakan Menteri Keuangan yang baru.
Economic and Fixed Income Research Team BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menjelaskan, ada sejumlah poin yang menjadi sorotan utama untuk Suahasil Nazara.
Menteri Keuangan baru ini dikenal sebagai salah satu pembuat kebijakan fiskal utama Indonesia. Pengalamannya dalam fiscal policy, budget management, dan government financing menunjukkan kontinuitas kebijakan, fiscal sustainability, dan mempertahankan policy credibility.
Dalam pernyataan pertamanya, Suahasil menyoroti tiga prioritas, yakni mempertahankan kredibilitas APBN, memperkuat komunikasi publik yang terpercaya, dan memastikan anggaran terus mendukung program-program prioritas pemerintah.
Poin berikutnya adalah, disiplin fiskal yang tetap menjadi komitmen utama. Menteri Keuangan baru menegaskan kembali batas defisit fiskal 3% dan menekankan peningkatan efisiensi pengeluaran dan alokasi anggaran, daripada hanya mengandalkan pemotongan pengeluaran.
“Pasar menantikan pendekatan Menteri Keuangan baru terkait government liquidity,” mengutip riset BRIDS, Selasa (15/9/2026).
Terlebih lagi, “Ke depannya, kami mengantisipasi fiscal credibility akan tetap menjadi pusat formulasi kebijakan. Fiscal stability, manajemen anggaran yang disiplin, dan alokasi pengeluaran yang efektif kemungkinan akan menjadi prinsip-prinsip utama yang membimbing kebijakan.”
(fad)




























