Di Tiongkok, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan II-2026 melambat menjadi 4,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan data terkini mengindikasikan pelemahan yang masih berlanjut baik pada sektor produksi maupun permintaan domestik.
Di pasar keuangan global, imbal hasil obligasi pemerintah negara maju melanjutkan kenaikan, didorong meningkatnya kebutuhan pendanaan belanja modal hyperscalers di tengah kebijakan moneter yang tetap restriktif. Aliran keluar dana nonresiden di pasar keuangan global juga masih terjadi, khususnya pada beberapa negara pasar negara berkembang.
Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 tercatat tetap kuat dengan tumbuh sebesar 5,29% yoy, didukung investasi dan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga yang kuat juga masih menjadi penopang utama pertumbuhan.
Inflasi Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19% yoy dan aktivitas manufaktur berada pada zona kontraksi di level PMI 49,8. Perkembangan ketahanan eksternal perekonomian termoderasi seiring berlanjutnya defisit neraca perdagangan di Juni 2026 dan meningkatnya defisit transaksi berjalan triwulan II-2026 menjadi 3,3% dari PDB.
(lav)






























