Logo Bloomberg Technoz

OJK Soroti Ketidakpastian Geopolitik & Tekanan Inflasi Global

Redaksi
08 September 2026 14:30

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, regulator menilai sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah kondisi global tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah tetap tinggi seiring berlarutnya konflik di Iran dan masih tertutupnya Selat Hormuz. Gangguan jalur distribusi energi tersebut menyebabkan volatilitas harga minyak dan komoditas, sehingga tekanan inflasi global tetap tinggi.

"Tekanan inflasi diperberat oleh El Nino yang berkepanjangan dan berdampak pada kekeringan serta kebakaran hutan di berbagai kawasan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gagal panen dan kenaikan harga pangan global," ujar Friderica dalam keterangan tertulis hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, dikutip Selasa (8/9/2026).


Momentum pertumbuhan ekonomi global cenderung termoderasi, lanjut dia, tercermin dari mayoritas negara yang mencatatkan perlambatan pertumbuhan pada triwulan II-2026. 

Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi turun dan berada di bawah ekspektasi, disertai pasar tenaga kerja yang termoderasi dan inflasi yang tetap tinggi meski dalam tren menurun.