AS Kerek Impor Tembaga dari Kongo, Cetak Rekor 53.290 MT
Redaksi
08 September 2026 15:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Amerika Serikat (AS) semakin beralih ke tembaga dari Republik Demokratik Kongo, sehingga mendorong impor dari negara produsen Afrika tersebut mencapai rekor seiring konsumen industri memanfaatkan diskon harga dibandingkan merek-merek yang disetujui COMEX.
Impor katoda tembaga dari negara produsen tembaga terbesar kedua di dunia ini mencapai rekor 53.290 metrik ton (MT) pada Juli, menurut data perdagangan AS. Angka tersebut memberikan Kongo pangsa sebesar 23,9% dari total impor—untuk pertama kali melampaui 220.000 ton—di tengah upaya para trader untuk segera mengirimkan logam tersebut sebelum tarif berpotensi diterapkan.
Angka-angka ini menggambarkan meningkatnya popularitas tembaga Kongo di AS, yang mengimpor kurang dari 32.000 ton tembaga dari negara tersebut sepanjang 2024. Namun, kini Kongo memiliki lebih banyak pasokan untuk dijual berkat meningkatnya produksi.
Peningkatan ini semakin menarik perhatian mengingat tidak ada merek tembaga asal Kongo yang dapat diserahkan (deliverable) di bursa COMEX AS. Hanya dua merek tembaga Afrika—keduanya dari Zambia—yang terdaftar di COMEX. Lebih dari sepertiga merek yang disetujui COMEX berasal dari Cile dan Peru.
Albert Mackenzie, analis tembaga dari Benchmark Mineral Intelligence, mengatakan hal ini mengindikasikan logam dari Kongo kemungkinan langsung masuk ke pasar fisik AS. "Jika demikian, harganya akan jauh lebih murah dibandingkan merek-merek yang dapat diserahkan di COMEX," ujarnya, dilansir Reuters, Selasa (8/9/2026).
































