Logo Bloomberg Technoz

Kemenkes soal Stok Masker Langka dan Mahal Imbas Abu Krakatau

Dinda Decembria
08 September 2026 09:20

Pedagang merapihkan masker yang dijualnya di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan masker yang dijualnya di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman menanggapi beredarnya informasi stok masker yang langka dan mahal di tengah imbauan penggunaan masker akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah sampai di wilayah Jabodetabek.

"Kemenkes sudah berkoordinasi dengan produsen dan distributor untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi masker. Pelaku usaha diimbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan, yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat,"kata Aji dalam keterangan tertulis, Selasa (08/09/2026).

Kemenkes akan melakukan pembinaan dan pengawasan. Kata Aji, apabila ditemukan pelanggaran, dapat dikenakan sanksi pidana atau administratif.


"Berupa peringatan sampai dengan pencabutan perizinan berusaha, sesuai tingkat pelanggarannya,"ungkapnya.

Aji juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau penimbunan masker. Menurutnya, masyarakat tetap dapat menggunakan masker medis apabila masker dengan tingkat perlindungan lebih tinggi belum tersedia.