Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati arah harga minyak yang kembali melambung seiring ketegangan antara AS-Iran berlanjut setelah Iran berunding dengan Oman terkait penetapan tarif atas lalu lintas di Selat Hormuz.
Jika kenaikan harga minyak bertahan tinggi lebih lama, pelaku pasar berpotensi melakukan repricing terhadap nilai tukar rupiah, mengingat beban neraca perdagangan yang harus ditanggung dengan selisih harga minyak melebar dari yang diperkirakan dalam angka asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang Rp17.600-Rp17.670/US$, seiring meredanya kekhawatiran akan dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau dengan dibuka kembali akses transportasi.
(riset)
































