Logo Bloomberg Technoz

Alex Thorn, kepala riset di perusahaan kripto Galaxy Digital Inc., mengatakan dalam unggahan di X pada Senin malam waktu London bahwa para peretas telah mengembalikan 3.400 Bitcoin, dan tampaknya menyimpan sebagian dana senilai sekitar US$47 juta untuk diri mereka sendiri.

Peretasan tersebut menjadi kasus terbaru dalam serangkaian serangan yang terjadi belakangan ini dan menyoroti keamanan siber di sektor kripto. Baru pekan lalu, seorang penyerang menguras dana senilai US$6 juta dari platform pinjaman aset digital yang terhubung dengan Crypto.com. Pada Agustus, peretasan terhadap dompet Bitcoin offline populer, Coldcard, memunculkan pertanyaan mengenai cara paling aman untuk menyimpan aset digital tersebut.

“Meski peristiwa-peristiwa ini wajar jika mengguncang kepercayaan konsumen, kasus tersebut menunjukkan area di mana perlindungan infrastruktur penting perlu diperkuat, serta mengapa keamanan menyeluruh di seluruh lapisan sistem sangat penting bagi operator,” kata Ziqing Ang, kepala kebijakan untuk Asia-Pasifik di TRM Labs.

Liquid Network didirikan pada 2018 oleh Blockstream Corp., perusahaan teknologi blockchain yang didirikan bersama oleh Adam Back, seorang kriptografer yang kemudian menjadi penggemar Bitcoin. Menurut Blockstream, jaringan tersebut kini dikelola oleh federasi yang terdiri dari lebih dari 80 bursa, perusahaan infrastruktur, dan manajer aset. Liquid Network dan Blockstream tidak menanggapi permintaan komentar yang dikirim melalui email.

Dalam unggahannya di X, Liquid Network mengatakan dana tersebut ditarik melalui SideSwap, platform penyelesaian transaksi yang mendapat izin untuk menangani transfer dari jaringan tersebut, tetapi kuncinya tidak berhasil dibobol.

Beberapa jam setelah Liquid Network mengumumkan peretasan tersebut, pesan yang diduga merupakan komunikasi antara peretas dan Blockstream muncul dalam transaksi Bitcoin berukuran kecil, menurut data dari pelacak blockchain Mempool. Para peretas mengatakan akan mengembalikan dana setelah memastikan celah keamanan telah diperbaiki.

Liquid beroperasi sebagai sidechain, yakni jaringan terpisah yang digunakan bursa untuk mempercepat penyelesaian transaksi karena blockchain utama Bitcoin sering mengalami transaksi yang lambat dan mahal akibat kepadatan jaringan. Liquid Network mempercepat proses tersebut dengan menerbitkan Liquid Bitcoin, atau L-BTC, sebagai imbalan atas Bitcoin asli yang dikunci di dalam jaringan.

Blockstream mencantumkan sejumlah bursa besar sebagai pengguna Liquid, termasuk BTSE dan Bitfinex, yang memiliki perusahaan induk yang sama dengan Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia. BitMEX, yang telah mengumumkan akan menutup operasinya bulan ini, juga merupakan pengguna jaringan tersebut.

Aneirin Flynn, CEO perusahaan teknologi keamanan siber FailSafe, mengatakan bukti awal mengarah pada adanya bug yang memungkinkan pencetakan L-BTC.

Pembobolan tersebut “menjadi serangan terbaru dari serangkaian serangan yang mengekspos kelemahan infrastruktur kripto tahun ini,” kata Flynn.

(bbn)

No more pages