Logo Bloomberg Technoz

Bitcoin Turun di Bawah US$80.000 Efek Prospek Kenaikan Suku Bunga

News
05 September 2026 09:00

Bitcoin. dok: Bloomberg
Bitcoin. dok: Bloomberg

Sidhartha Shukla - Bloomberg News

Bloomberg, Bitcoin turun sebanyak 3,5% setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan kembali memicu taruhan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September, sekaligus membalikkan secara tiba-tiba kenaikan terbaru mata uang kripto tersebut yang sempat menembus US$80.000.

Bitcoin turun hingga US$78.649, sejalan dengan pelemahan saham dan obligasi setelah jumlah tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) meningkat 162.000 pada Agustus, melampaui seluruh estimasi dalam survei Bloomberg. 


Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun naik dan dolar AS menguat.

Pergerakan harga Bitcoin 2026. (Sumber: Bloomberg).

Pembalikan harga ini kembali menguji Bitcoin secara makroekonomi setelah berulang kali kesulitan bertahan di level US$80.000. Mata uang kripto tersebut kembali menembus level itu pada Kamis setelah penurunan imbal hasil obligasi dan pelemahan dolar AS mendorong aset berisiko, menyusul sinyal Gubernur The Fed Christopher Waller yang mendukung mempertahankan suku bunga jika inflasi terus mereda.