Ia juga mengingatkan bahwa keluhan setelah terkena abu tidak otomatis berarti alergi, namun bisa merupakan iritasi akibat kontak langsung.
Jaga Kesehatan Kulit-Rambut
Untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut selama adanya abu vulkanik, dr Darma memberikan beberapa saran dengan tujuan mengurang paparan dari abu vulkanik, membersihkan dengan lembut, dan menjaga lapisan pelindung kulit.
“Pertama, batasi aktivitas di luar saat abu masih turun dan ikuti arahan petugas. Jika harus keluar, gunakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, serta penutup kepala atau rambut yang bersih,” katanya.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk menggunakan kacamata pelindung dan masker standar N95 yang terpasang rapat.
Kedua, setelah terpapar, ganti pakaian dan bilas kulit menggunakan air bersih yang tidak tercemar abu. Gunakan pembersih lembut, lalu keringkan dengan menepuk perlahan. Hindari menggosok kulit dengan handuk kasar atau scrub karena gesekan dapat memperberat iritasi.
(ell)
































