Logo Bloomberg Technoz

RI-Malaysia Teken Kesepakatan Dorong Akses Pasar Perdagangan

Ibnu Affan
03 September 2026 13:00

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, JakartaIndonesia dan Malaysia resmi bersepakat untuk mendorong dan perluasan akses pasar dan fasilitas perdagangan untuk berbagai produk seperti pertanian dan pangan hingga investasi.

Hal ini disepakati dari hasil diskusi antara Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Gani di kantor Kemendag, Jakarta, hari ini, Kamis (3/9/2026).

"Kami yakin bahwa hasil-hasil tersebut akan semakin mendorong kemajuan hubungan perdagangan dan investasi bilateral serta memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara," ujar Mendag Busan, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers.

Busan mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi bagian dari Joint Trade and Invesment Commite (JITC), sebuah forum bilateral kedua negara yang mewadahi pembahasan isu, tantangan, hingga peluang bersama dalam perdagangan.

Secara terperinci, poin-poin pembahasan itu meliputi; Pertama, komitmen memperkuat kerja sama perdangan dan investasi bilateral kedua negara.

Kedua, komitmen untuk memastikan implementasi Perjanjian Perdagangan Perbatasan (Border Trade Agreement) yang telah efektif per Juli 2026 berjalan efektif, khususnya di kawasan perbatasan Entikong-Tebedu.

Ketiga, pembahasan soal akses pasar dan fasilitas perdagangan, termasuk untuk produk pertanian dan pangan. Keempat, memperkuat kerja sama investasi hingga melanjutkan kerja sama di bidang seperti perdagangan elektronik, e-commerce, sektor halal, hingga standardisasi.

Dari sisi perdagangan, Malaysia sendiri mencatat surplus sekitar US$300 juta sepanjang semester I tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya yang masih defisit sekitar US$11,4 miliar.

Sepanjang tahun lalu, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai sekitar US$28 miliar. Dari jumlah tersebut, Malaysia mengimpor barang dari Indonesia senilai US$15,7 miliar. Sebaliknya, Indonesia mengimpor barang dari Malaysia sekitar US$12,8 miliar.