Logo Bloomberg Technoz

Rusia-RI Buka Kerja Sama Pertanian Hingga Energi Nuklir

Dovana Hasiana
03 September 2026 13:45

Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). (Biro Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). (Biro Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pemerintahannya terus  memperhatikan sejumlah potensi pembangunan kerja sama bilateral dengan Indonesia. Hal ini disampaikan Putin kepada Presiden Prabowo Subianto di sela jamuan santap siang bersama di Vladivostok, Rusia pada hari ini, Kamis (03/09/2026). 

"Kami memperhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir," ujar Putin, Kamis (03/09/2026). 

Menurut dia, Indonesia memang merupakan mitra yang paling utama bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Hal ini dibuktikan dengan perdagangan antara kedua negara yang berkembang. Bahkan, pada tahun lalu, volume perdagangan antara Indonesia dan Rusia naik 12%. 


"Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus bekerja," ujar dia.

Di sisi lain, Putin menggarisbawahi Indonesia resmi menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU FTA). Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) merupakan blok ekonomi yang dibentuk pada Mei 2014 dan aktif sejak Januari 2015. Pasar EAEU meliputi 180 juta populasi dengan produk domestik bruto sekitar US$2,56 triliun. Sedangkan Indonesia meliputi 285 juta populasi dengan produk domestik bruto sekitar US$1,4 triliun.