Menariknya, ketiga sektor tersebut hanya mencakup sekitar 0,15 persen dari keseluruhan tenaga kerja di AS. Namun, sektor-sektor tersebut menyumbang sekitar 9 persen dari seluruh pekerjaan baru yang tercipta selama periode tersebut.
Tren ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang menawarkan pengalaman langsung, aktivitas kreatif, dan hubungan sosial masih mempunyai daya tarik tersendiri di tengah semakin berkembangnya teknologi AI.
Pekerjaan yang dinilai sulit digantikan AI
Dilansir dari CNN, Selasa (1/9/2026), terdapat sejumlah jenis pekerjaan yang memiliki karakteristik membuatnya relatif sulit sepenuhnya digantikan oleh AI.
Berikut beberapa di antaranya:
-
Musisi dan seniman
Musisi dan seniman menjadi salah satu kelompok pekerjaan yang masih membutuhkan peran manusia secara kuat. AI memang sudah dapat digunakan untuk membuat melodi, lirik, gambar, suara, hingga membantu berbagai proses kreatif.
Namun, pertunjukan seni secara langsung memiliki unsur yang berbeda. Kehadiran manusia di atas panggung memungkinkan terjadinya interaksi spontan dengan penonton yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh sistem otomatis.
Perkembangan industri hiburan langsung di AS turut memperlihatkan kondisi tersebut. Pada 2025, konsumen AS mengeluarkan 9,5 persen lebih banyak untuk hiburan langsung di luar acara olahraga dibandingkan tahun sebelumnya setelah memperhitungkan inflasi.
Produser musik Kevin Zinger menilai pertunjukan langsung tetap mempunyai daya tarik karena menjadi tempat bagi orang-orang untuk berkumpul dan terhubung dengan individu lain yang mempunyai ketertarikan serupa.
Dengan demikian, nilai seorang musisi tidak hanya terletak pada musik yang dihasilkan. Pengalaman ketika menyaksikan penampilan secara langsung juga menjadi bagian penting yang membuat profesi tersebut tetap relevan.
-
Pengrajin dan pekerja kerajinan tangan
Pekerjaan yang membutuhkan keterampilan manual juga termasuk aktivitas yang relatif sulit sepenuhnya digantikan AI. Contohnya adalah merajut, menjahit, membuat kerajinan, hingga mewarnai kain secara manual.
Aktivitas tersebut tidak hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk belajar dan bertemu dengan orang lain. Unsur pengalaman serta komunitas menjadi bagian yang tidak mudah diotomatisasi.
Salah satu contohnya terlihat pada bisnis benang Yarn Dragon di Seattle. Usaha tersebut pada awalnya hanya menggunakan meja sepanjang sekitar 1,2 meter di Pike Place Market.
Kini, Yarn Dragon telah berkembang menjadi bisnis yang memiliki dua toko fisik. Pemiliknya, Jonathan Berner, mengatakan banyak orang mulai belajar merajut secara daring selama masa pandemi.
Setelah mempelajari keterampilan tersebut, sebagian orang kemudian menemukan komunitas yang terbentuk di sekitar aktivitas merajut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan yang tampak sederhana dapat berkembang menjadi pengalaman sosial yang bernilai.
Berner juga menilai bisnis yang berlangsung secara langsung mempunyai keunggulan karena dapat memberikan interaksi antarmanusia yang tidak bisa diberikan oleh komputer.
-
Pekerja toko hobi dan permainan
Toko yang menjual produk hobi, permainan, serta barang koleksi juga menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja. Keberadaan toko fisik memberikan pengalaman yang lebih luas dibandingkan sekadar melakukan transaksi melalui internet.
Di Tower Games, Minnesota, misalnya, pelanggan tidak hanya datang untuk membeli permainan papan, miniatur, atau kartu koleksi. Mereka juga menggunakan tempat tersebut untuk bermain dan berinteraksi dengan komunitas secara langsung.
Toko tersebut kini mempunyai 29 pekerja yang tersebar di dua lokasi. Pertumbuhan bisnis semacam ini menunjukkan bahwa konsumen dapat mencari sesuatu yang lebih dari sekadar barang ketika datang ke toko hobi.
Data BLS juga memperlihatkan sektor toko hobi, mainan, dan permainan tumbuh 29 persen dalam periode 18 bulan hingga Juni 2026.
Pertumbuhan tersebut mengindikasikan adanya permintaan terhadap pengalaman sosial yang menyertai produk. Pelanggan dapat mencoba permainan, berdiskusi, bertemu pemain lain, dan membangun komunitas di tempat yang sama.
-
Pekerjaan yang mengandalkan interaksi manusia
Jenis pekerjaan lain yang mempunyai peluang untuk tetap bertahan adalah profesi yang mengandalkan interaksi sosial secara langsung.
Beberapa contohnya meliputi:
-
Pengajar kelas kerajinan
-
Pengelola komunitas
-
Penyelenggara acara
-
Instruktur hobi
-
Pekerjaan yang membutuhkan pendampingan secara langsung
Pekerjaan tersebut tidak hanya membutuhkan pengetahuan teknis. Orang yang menjalankannya juga perlu memahami situasi, membaca respons peserta, membangun hubungan, serta menciptakan pengalaman yang membuat orang lain merasa terlibat.
Kemampuan membangun rasa kebersamaan menjadi salah satu aspek yang membuat pekerjaan tersebut mempunyai keunggulan dibandingkan sistem otomatis.
AI tetap mengubah cara orang bekerja
Meski beberapa pekerjaan relatif sulit digantikan AI, bukan berarti profesi tersebut sepenuhnya aman dari perubahan teknologi.
AI tetap dapat digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas di dalam sektor tersebut. Teknologi dapat membantu pekerjaan administratif, pemasaran, pembuatan konten, pengelolaan data, hingga bagian tertentu dari proses kreatif.
Karena itu, perkembangan AI tidak selalu berarti manusia akan sepenuhnya kehilangan pekerjaannya. Dalam banyak kasus, teknologi justru dapat mengambil alih tugas-tugas tertentu sehingga manusia dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kemampuan interpersonal dan kreativitas.
Tren pasar kerja AS memberikan gambaran bahwa aktivitas yang menawarkan pengalaman langsung masih mempunyai nilai ekonomi yang kuat. Konsumen tetap bersedia datang ke tempat fisik dan berinteraksi dengan orang lain meskipun berbagai layanan digital semakin mudah diakses.
Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan lapangan kerja di sektor musik, seni, hobi, permainan, serta kerajinan tangan. Sektor-sektor tersebut memiliki kesamaan, yaitu adanya unsur pengalaman dan hubungan sosial yang sulit dibuat sepenuhnya otomatis.
Pada akhirnya, pekerjaan yang paling sulit digantikan AI bukan selalu pekerjaan yang sama sekali tidak menggunakan teknologi. Justru, pekerjaan tersebut dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu, tetapi tetap membutuhkan manusia sebagai bagian utama dari pengalaman yang diberikan.
Kemampuan berkomunikasi, membangun komunitas, menciptakan pengalaman, melakukan pekerjaan fisik tertentu, dan menghasilkan kreativitas yang memiliki sentuhan personal menjadi sejumlah faktor yang membuat peran manusia masih dibutuhkan.
Dengan perkembangan AI yang terus berlangsung, pola dunia kerja kemungkinan akan semakin berubah. Pekerja yang mampu memanfaatkan teknologi sekaligus mempertahankan kemampuan yang sulit ditiru mesin berpotensi memiliki posisi yang lebih kuat di tengah perubahan tersebut.
(seo)































