DJI juga menyediakan mode 4K Custom yang memungkinkan pengguna menentukan rasio gambar sesuai kebutuhan konten. Fitur ini dapat memudahkan kreator ketika membuat video untuk platform dengan format berbeda.
Osmo Action 6 memiliki penyimpanan internal 50GB. Kamera ini juga membawa baterai yang diklaim mampu memberikan waktu penggunaan hingga sekitar empat jam dalam kondisi tertentu.
Insta360 Ace Pro 2
Insta360 Ace Pro 2 mengandalkan sensor 1/1,3 inci dan mampu merekam video hingga resolusi 8K pada 30 frame per detik.
Kamera ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Leica. Kemampuan perekaman 8K memberikan ruang lebih besar bagi pengguna untuk melakukan cropping ketika mengedit video tanpa kehilangan terlalu banyak detail.
Ace Pro 2 juga menggunakan sistem dua chip yang terdiri dari chip pemrosesan gambar dan chip AI. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan pemrosesan gambar, bahkan ketika kamera digunakan dalam kondisi minim cahaya.
Salah satu fitur yang ditawarkan adalah PureVideo untuk membantu menghasilkan rekaman dengan noise yang lebih rendah pada kondisi cahaya rendah.
Kamera ini memiliki layar sentuh flip berukuran 2,5 inci. Selain itu, terdapat wind guard terintegrasi untuk membantu mengurangi gangguan suara angin saat digunakan dalam kondisi bergerak.
GoPro Hero 13 Black
GoPro Hero 13 Black menawarkan sensor CMOS 1/1,9 inci dengan resolusi 27MP. Kamera ini mampu merekam video hingga 5,3K pada 60fps.
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah dukungan terhadap sistem lensa HB-Series. Pengguna dapat memasang sejumlah lensa tambahan sesuai kebutuhan.
Macro Lens Mod dapat digunakan untuk pengambilan gambar dari jarak dekat, sedangkan Ultra Wide Lens Mod menawarkan bidang pandang yang lebih luas. Tersedia pula Anamorphic Lens Mod yang ditujukan untuk menghasilkan tampilan video dengan nuansa sinematik.
Hero 13 Black juga mendukung fitur Burst Slo-Mo. Mode tersebut memungkinkan kamera merekam video hingga 400fps pada resolusi 720p dalam durasi tertentu.
Untuk daya, perangkat menggunakan baterai Enduro berkapasitas 1.900mAh. GoPro juga menggunakan sistem magnetic mounting yang memungkinkan kamera dipindahkan antardudukan dengan lebih praktis.
Di tengah persaingan pasar action camera, GoPro juga tengah memperluas arah bisnisnya di luar kamera konsumen. GoPro sepakat melakukan merger dengan Starman Optical, perusahaan optik-fotonik asal Amerika Serikat, dalam transaksi senilai US$285 juta.
Kesepakatan tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur modal sekaligus membuka peluang bisnis di sektor infrastruktur AI, pemerintahan, pertahanan, robotika, dan aerospace.
Akaso Brave 8
Akaso Brave 8 menyasar pengguna yang membutuhkan action camera dengan fitur utama tanpa harus masuk ke kelas harga tertinggi.
Kamera ini menggunakan sensor CMOS berukuran 1/2 inci. Kemampuan perekamannya mencapai resolusi 4K pada 60fps, sedangkan foto dapat diambil dengan resolusi hingga 48MP.
Brave 8 dilengkapi dua layar berwarna. Kehadiran layar pada bagian depan dan belakang dapat membantu pengguna ketika melakukan perekaman mandiri.
Kamera ini juga membawa sistem stabilisasi SuperSmooth serta fitur AI Face Metering untuk membantu mengatur pencahayaan pada wajah.
Insta360 Go Ultra
Insta360 Go Ultra mengutamakan desain yang ringkas dan ringan. Kamera ini memiliki bobot sekitar 53 gram sehingga dapat digunakan untuk perekaman hands-free.
Perangkat dapat dipasang pada berbagai aksesori, termasuk magnetic pendant, sehingga pengguna dapat merekam video dari sudut pandang orang pertama atau POV. Meski berukuran kecil, Go Ultra menggunakan sensor 1/1,28 inci dan mampu merekam video 4K pada 60fps.
Kamera ini juga memiliki Ambient Light Sensor yang membantu menyesuaikan warna sekaligus mengurangi efek flicker ketika digunakan di bawah pencahayaan buatan.
Keterbatasan ukuran membuat daya tahan baterainya sekitar 70 menit. Namun, pengguna dapat memanfaatkan Action Pod dengan layar flip 2,5 inci.
Aksesori tersebut sekaligus berfungsi sebagai tempat pengisian daya dan dapat memperpanjang total waktu penggunaan hingga sekitar 200 menit.
DJI Osmo Nano
DJI Osmo Nano mengusung konsep action camera berukuran kecil dengan bobot sekitar 52 gram. Perangkat ini dirancang untuk penggunaan wearable serta perekaman tanpa tangan.
Osmo Nano menggunakan sensor 1/1,3 inci dan mampu merekam video 4K pada 60fps. Bidang pandangnya mencapai 143 derajat.
Untuk kebutuhan kreator, kamera ini mendukung perekaman 10-bit D-Log M. Format tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar saat pengguna melakukan proses color grading.
DJI juga menggunakan desain magnetik dua sisi yang memungkinkan kamera dipasang dalam orientasi berbeda.
Osmo Nano dapat dipasangkan dengan Multifunctional Vision Dock. Aksesori ini menyediakan layar untuk melihat hasil rekaman, membantu mengontrol kamera, sekaligus mengisi daya perangkat.
Kamera tersebut juga dapat terhubung langsung dengan mikrofon nirkabel DJI untuk membantu menghasilkan rekaman audio yang lebih jelas.
(mef/wep)



























