Gangguan di Barito, Batu Bara di Luar Kalimantan Bisa Kena Dampak
Azura Yumna Ramadani Purnama
03 September 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai ekspor batu bara dari tambang di luar Kalimantan rawan menyusut sebab bakal diprioritaskan untuk memenuhi domestic market obligation (DMO), imbas gangguan pengiriman di Kalimantan Tengah gegara surutnya sungai Barito.
Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono menyatakan hal tersebut berpotensi terjadi jika kendala pengiriman batu bara di Kalimantan turut mengganggu pemenuhan DMO yang dilakukan tambang di wilayah tersebut.
Sudirman memprediksi pemerintah bakal memprioritaskan produksi batu bara dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan DMO, jika gangguan pengiriman batu bara di Kalimantan turut terjadi untuk pasar domestik.
Untuk itu, dia khawatir volume ekspor batu bara dari wilayah luar Kalimantan bakal turut turun, sebab harus memenuhi kebutuhan batu bara sektor penerima DMO.
“Maka sudah pasti pemerintah tetap akan campur tangan di dalam memaksa perusahaan untuk lebih memprioritaskan penjualan domestiknya guna memastikan kestabilan pasokan di dalam negeri. Artinya, volume ekspor yang akan dikorbankan yang tentu saja juga menjadi salah satu faktor terjadinya peningkatan harga,” kata Sudirman ketika dihubungi, Kamis (3/9/2026).




























