Di sisi lain, pengadaan air, pengolahan sampah, limbah, dan daur ulang menjadi sektor dengan target pertumbuhan terendah, yakni 1,1%, disusul sektor pertambangan dan penggalian yang ditargetkan tumbuh 2,4%.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2027 akan berada di kisaran 5,8%-6,5%. Hal ini merupakan bagian dari jalur untuk menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 sesuai dalam janji Presiden Prabowo Subianto di awal masa kepemimpinannya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, untuk mendukung target tersebut, komponen investasi ditargetkan untuk tumbuh mencapai kisaran 6,5% hingga 7,5%, terutama pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
"Arah kebijakan ekonomi dan fiskal 2027 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Purbaya, Rabu (10/6/2026).
Strategi tersebut dijalankan melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta dukungan investasi strategis guna memperkuat transformasi ekonomi nasional.
Target Pertumbuhan Ekonomi Berdasar Lapangan Usaha:
- Pertanian, Kehutanan dan Perikanan — 5,4%
- Pertambangan dan Penggalian — 2,4%
- Industri Pengolahan — 6,1%
- Pengadaan Listrik, Gas dan Air Bersih — 3,5%
- Pengadaan Air, Pengolahan Sampah, Limbah dan Daur Ulang — 1,1%
- Konstruksi — 5,6%
- Perdagangan Besar, Eceran dan Reparasi Mobil dan Motor — 6,5%
- Transportasi dan Pergudangan — 8,9%
- Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum — 9,4%
- Informasi dan Komunikasi — 8,1%
- Jasa Keuangan dan Asuransi — 4,7%
- Real Estate — 4,0%
- Jasa Perusahaan — 4,8%
- Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib — 3,5%
- Jasa Pendidikan — 6,4%
- Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial — 7,0%
- Jasa Lainnya — 11,1%
(ell)


























