Logo Bloomberg Technoz

Kesepakatan Chevron ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar di antara beberapa perjanjian yang akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang, seiring dorongan Trump agar AS meningkatkan investasi di industri minyak Venezuela. Perusahaan menolak memberikan komentar.

Kesepakatan ini terpisah dari negosiasi mengenai langkah pemerintah AS untuk mengambil kepemilikan langsung atas ladang-ladang minyak melalui kemitraan antara Departemen Pertahanan dan pengusaha Venezuela, Alejandro Betancourt.

Perluasan ini menunjukkan bagaimana Chevron memanfaatkan upaya pemerintahan Trump untuk menghidupkan kembali sektor minyak Venezuela.

Carabobo merupakan salah satu area paling menjanjikan dan produktif di sabuk minyak berat Orinoco yang luas; penambahan wilayah operasi baru ini semakin memperkuat posisi Chevron sebagai perusahaan minyak utama di Venezuela.

PDVSA sebelumnya memperkirakan wilayah PetroIndependencia milik Chevron dapat memproduksi sekitar 400.000 barel per hari setelah dikembangkan sepenuhnya.

Ladang-ladang baru tersebut akan meningkatkan potensi produksi secara signifikan, terutama jika Chevron berinvestasi dalam peralatan baru dan teknologi terkini, kata para sumber tersebut.

Chevron, satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang beroperasi di Venezuela, telah melakukan pembicaraan dengan penjabat presiden negara itu, Delcy Rodríguez, dan pemerintahannya mengenai ketentuan fiskal baru.

Ketentuan ini dapat membuka jalan bagi investasi di negara tersebut pasca-penangkapan mantan pemimpin Nicolás Maduro oleh pasukan AS pada Januari lalu.

"Kami tetap bertahan di sana karena potensi yang dimiliki negara tersebut," ujar CFO Eimear Bonner dalam panggilan telepon dengan para analis pada akhir Juli.

Chevron akan bersikap "disiplin" terkait investasinya, katanya, tetapi merasa "sangat optimistis" dengan peluang-peluang yang ada. 

"Kami menyukai aset-aset tersebut, yakni minyak berat yang ada di sana," ujar Bonner. "Kami memiliki banyak pengalaman di bidang ini."

(bbn)

No more pages