Logo Bloomberg Technoz

Sementara, dalam pembahasan mengenai penguatan pertumbuhan ekonomi, Juda menekankan pentingnya reformasi yang pro-pertumbuhan (pro-growth reforms). Ia menyoroti tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu reformasi struktural dan penyederhanaan regulasi, penguatan kerja sama internasional, serta penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Reformasi pro-pertumbuhan perlu diarahkan untuk mengurangi hambatan terhadap kegiatan usaha dan investasi, memperkuat kerja sama internasional, serta mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi sebagai sumber pertumbuhan baru,” sebut Juda dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Juda juga memaparkan pengalaman Indonesia dalam menyederhanakan regulasi guna menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, sekaligus memperkuat sektor keuangan melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Di sisi lain, Indonesia terus mendorong transformasi struktural melalui hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri dengan nilai tambah tinggi.

Pada sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Juda menyebut pemerintah terus memperkuat tata kelola, termasuk melalui penataan dan perampingan kelembagaan. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kinerja BUMN agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Juda juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru sebagai akselerator pertumbuhan dan produktivitas. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut perlu diiringi penguatan infrastruktur dasar, sumber daya manusia, serta ekosistem digital yang memadai.

Selain itu, keterlibatan sektor swasta dinilai penting untuk memastikan agenda reformasi dan pertumbuhan dapat mendorong peningkatan investasi, produktivitas, penciptaan lapangan kerja, serta kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, pertemuan tersebut membahas perkembangan dan tantangan ekonomi global, serta langkah memperkuat fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan resilien.

Para anggota G20 menilai ekonomi global masih relatif tangguh di tengah berbagai guncangan. Namun, prospek pertumbuhan tetap dibayangi sejumlah risiko, seperti konflik geopolitik, ketegangan perdagangan, gangguan rantai pasok, tingginya utang, dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan.

Sementara itu, investasi dan inovasi di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) turut menopang pertumbuhan. Meski demikian, manfaat perkembangan AI dinilai belum dirasakan secara merata oleh seluruh negara.

Bahas Digitalisasi

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen, khususnya dalam menghadapi penipuan (fraud), scam, dan berbagai bentuk kejahatan keuangan yang semakin kompleks di era digitalisasi

Juda menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan yang berjalan seiring dengan perlindungan konsumen, termasuk dalam menghadapi fraud dan scam yang semakin kompleks dan bersifat lintas batas.

Ia menyebut, Indonesia telah membangun koordinasi kelembagaan dalam peningkatan literasi keuangan serta mengembangkan Anti-Scam Center untuk memperkuat penanganan fraud dan scam di sektor keuangan.

Selain itu, mengingat kejahatan keuangan semakin banyak melibatkan pelaku dan jaringan lintas negara, ia juga mendorong penguatan kerja sama internasional, pertukaran informasi, dan koordinasi lintas batas untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan kejahatan keuangan.

“Perkembangan digitalisasi perlu diimbangi dengan penguatan literasi dan perlindungan konsumen. Mengingat fraud dan scam semakin kompleks dan bersifat lintas batas, diperlukan kerja sama internasional, pertukaran informasi, dan koordinasi antarnegara yang semakin kuat,” kata Juda

Ia juga menegaskan, dalam rangka memperkuat kerangka pencegahan dan penanganan fraud serta kejahatan keuangan, sekaligus menjaga integritas dan kepercayaan terhadap sistem keuangan global, Indonesia akan terus mendukung penguatan sinergi antara agenda G20 dan upaya Financial Action Task Force (FATF).

Melalui partisipasi aktif dalam G20, Indonesia terus mendorong agenda ekonomi global yang berorientasi pada pertumbuhan, reformasi struktural, inovasi, stabilitas, dan inklusivitas, serta memastikan transformasi ekonomi dan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

(ell)

No more pages