Sebelumnya, beredar kabar KPK memeriksa mantan Kepala Divisi Pajak ADRO Jul Seventa Tarigan, pada 19 Agustus 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengkonfirmasi dugaan pemberian kepada pemeriksa pajak.
KPK juga melakukan penggeledahan di delapan lokasi yang berada di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru pada 26-28 Agustus 2026. Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dokumen yang ditemukan akan ditelaah untuk melihat keterkaitannya dengan konstruksi perkara. KPK juga akan mengkonfirmasi temuan tersebut kepada pihak-pihak yang dinilai mengetahui perkara.
Perkara tersebut juga dikaitkan dengan laporan Global Witness pada 2019 mengenai dugaan praktik penghindaran pajak oleh Adaro melalui anak usahanya di Singapura. ADRO saat itu membantah tuduhan tersebut dan menyatakan perusahaan mematuhi ketentuan perpajakan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari manajemen ADRO mengenai pergerakan saham maupun perkembangan perkara tersebut.
(dhf)





























