Menurutnya, kenaikan tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tetap berjalan. "Jadi memang PR kita bersama-sama menjaga stabilitas di harga pangan" pungkasnya.
Pada kesempatan berbeda, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 3,86% dan memberi andil inflasi 1,13%.
"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin, cabai rawit, daging sapi, dan sigaret kretek tangan, sigaret putih mesin, dan cabai merah," kata Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).
Kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 9,25% dan memberi andil 0,63%.
"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” tutur Ateng.¥
Ketiga, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi. Pada Agustus, kelompok transportasi mengalami inflasi 4,79% dengan andil inflasi 0,58%. Inflasi kelompok ini terutama didorong bensin, tarif angkutan udara, pelumas, sepeda motor, dan mobil.
(prc/ell)






























