Logo Bloomberg Technoz

Laju Inflasi Bulanan Agustus 2026 Capai 0,21%: Dipicu Ayam-Cabai

Redaksi
01 September 2026 11:35

Pedagang merapihkan cabai merah besar dan cabai keriting merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan cabai merah besar dan cabai keriting merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Agustus  2026 tercatat sebesar 0,21% secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka tersebut sedikit lebih tinggi ketimbang konsensus yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi Agustus di 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/yoy).

“Inflasi Agustus tahun 2026 yang sebesar 0,21% terutama didorong oleh inflasi pada komponen bergejolak. Komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,88%,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis BPS, Selasa (1/9/2026).

Menurut Ateng komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak terutama daging ayam ras, cabai rawit dan juga beras. Sedangkan untuk komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,21%.


Komponen inti ini memberikan andil inflasi 0,13%. Ada pun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti terutama emas perhiasan, pelumas atau oli mesin, telepon seluler dan juga biaya kuliah atau perguruan tinggi. 

Sementara itu, komponen harga yang diatur oleh pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,33%. Komponen ini memberikan andil deflasi sebesar 0,07%.