Pertumbuhan Ekspor Belum Imbangi Impor, Surplus Perdagangan Tipis
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 September 2026 06:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Data ekspor dan impor Juli menggambarkan kondisi perdagangan Indonesia yang masih ekspansif. Namun, ekspansi itu cenderung bertumpu pada sisi impor ketimbang ekspor.
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (1/9/2026), melaporkan capaian ekspor sepanjang Januari-Juli 2026, tumbuh sebesar 4,43%, secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini setara dengan US$167,03 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya US$159,95 miliar.
Nilai ekspor non-migas masih tercatat US$137,27 miliar dari posisi tahun lalu US$128,09 miliar, atau tumbuh 7,16% yoy. Sedangkan ekspor migas justru turun 10,63% dari US$7,85 miliar menjadi US$7,02 miliar.
"Peningkatan ekspor non-migas tersebut, utamanya pada nikel dan barang daripadanya atau HS 75, bahan bakar mineral (HS 27), dan juga lemak dan minyak hewani, nabati (HS 15)," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam paparannya.
Capaian sektor non-migas ini ditopang oleh ekspor industri pengolahan mencapai US$137,26 miliar, naik 7,16% yoy. Kontribusi sektor ini meningkat menjadi 82,18% dari posisi periode tahun lalu 80,08%.





























