Logo Bloomberg Technoz

Wacana Pembatasan Pertalite, YLKI Minta Tak Berdasarkan Kendaraan

Sabrina Mulia Rhamadanty
31 August 2026 17:30

Seorang pekerja mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU PT Pertamina di Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli
Seorang pekerja mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU PT Pertamina di Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai rencana pemerintah untuk membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite berdasarkan jenis kendaraan kurang tepat.

Hal tersebut dikarenakan jenis kendaraan tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi ekonomi riil pemiliknya.

Ketua Pengurus Harian YLKI Niti Emiliana menyatakan mekanisme pembatasan tersebut membutuhkan kajian mendalam dan penerapan yang hati-hati.


Dia mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan indikator fisik kendaraan sebagai satu-satunya tolok ukur dalam mengukur kemampuan finansial konsumen.

"Meskipun indikator jenis kendaraan bisa dilihat secara langsung dan kasat mata, jenis kendaraan dan kepemilikan kendaraan tidak selalu linear dengan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara riil, sehingga perlu data cross check yang riil," ujarnya saat dihubungi, Senin (31/8/2026).

Konsumen membeli Pertalite di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian