Logo Bloomberg Technoz

LPG 3 Kg Berbasis Desil Rawan Eror, BPS Perlu Akurasi Data

Sabrina Mulia Rhamadanty
31 August 2026 17:00

Gas LPG 3 kg. (Dok. Pertamina)
Gas LPG 3 kg. (Dok. Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai langkah pemerintah menetapkan penyaluran LPG 3 kilogram (kg) berdasarkan data data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) rawan mengalami eror.

"Saat ini DTSEN merupakan pilihan terbaik, walaupun masih jauh dari sempurna. Masih ada exclusion dan inclusion error,” ujarnya saat dihubungi, Senin (31/8/2026). 

Guna mengantisipasi ketidaktepatan sasaran tersebut, dia memodelkan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) memegang peranan kunci.


Lembaga tersebut didesak untuk terus memacu akurasi dan memvalidasi data di lapangan agar penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

“Jalan keluarnya adalah BPS perlu memastikan bahwa data yang dimiliki itu sesuai dengan penerima,” tambahnya.

Warga melakukan pengecekan desil di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)