Dunia Abaikan Ancaman Sanksi Iran dari Menkeu AS
News
31 August 2026 06:40

Yash Roy, Patrick Sykes, dan Alex Dooler -- Bloomberg News
Bloomberg, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengawali pekan dengan menjanjikan "serangan ekonomi" terhadap Iran dan mitra dagangnya sebagai upaya baru untuk mengakhiri perang. Namun, hingga akhir pekan, negara-negara yang memiliki hubungan dengan Teheran cenderung mengabaikan ancaman tersebut, dan para analis menilai langkah AS itu kurang berdampak signifikan.
Tiongkok, yang membeli 90% minyak Iran, justru melontarkan peringatan keras kepada Washington alih-alih mundur. Kantor cabang bank Iran di Dubai tetap beroperasi. Di salah satu kantor cabang Bank Melli di Abu Dhabi, para staf tampak sibuk bekerja, dan seorang karyawan menjelaskan bahwa layanan mereka tetap berjalan seperti biasa.
Penerbangan komersial juga terus beroperasi antara Iran dan Turki, serta antara Iran dan Uni Emirat Arab—negara yang pekan lalu sempat berjanji akan memutus seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Teheran. Rute penerbangan ke Thailand dan Azerbaijan, serta berbagai tujuan di Rusia dan Tiongkok, juga tidak terdampak.
Menjelang akhir pekan, AS mengumumkan rencana untuk menjatuhkan sanksi terhadap kantor cabang Banque Misr (bank asal Mesir) yang beroperasi di UEA. Langkah ini dinilai jauh di bawah ekspektasi, mengingat peringatan Bessent sebelumnya yang menyatakan bahwa dunia akan menyaksikan "pengumuman besar mengenai sanksi terhadap lembaga keuangan sebelum akhir pekan ini."



























