Goldman Proyeksi Krisis Diesel Kian Parah akibat Perang
News
31 August 2026 16:10

Nicholas Lua - Bloomberg News
Bloomberg, Goldman Sachs Group Inc meningkatkan peringatan mengenai ketatnya pasokan hasil kilang global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah serta konflik antara Moskwa dan Kyiv. Bank tersebut menaikkan lebih dari dua kali lipat perkiraan keuntungan dari produksi solar (diesel).
"Meningkatnya serangan terhadap kilang minyak di Timur Tengah dan Rusia semakin membatasi kapasitas kilang global yang memang sudah terbatas, sehingga mendorong margin produk olahan ke rekor tertinggi baru," ujar para analis, termasuk Yulia Zhestkova Grigsby dan Daan Struyven, dalam catatan. "Solar tetap menjadi pusat dari lonjakan harga ini."
Gangguan operasional kilang tercatat 60% di atas rata-rata musiman, dan stok produk terus menurun meski terjadi penurunan permintaan, kata mereka. Laba dari produksi satu barel solar dibandingkan harga Brent diperkirakan rata-rata mencapai US$63 di AS dan US$49 di Uni Eropa tahun depan, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar US$27 dan US$19.
Dunia sedang menghadapi krisis bahan bakar global, di mana harga produk olahan—termasuk bensin—melonjak jauh melampaui kenaikan harga minyak mentah.
































