Logo Bloomberg Technoz

Smelter Nikel Grup Kalla Kekeringan, Disebut Rumahkan 570 Pekerja

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 August 2026 15:00

Smelter nikel yang sedang tidak beroperasi./Bloomberg-Andrey Rudakov
Smelter nikel yang sedang tidak beroperasi./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Smelter nikel PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) milik Kalla Group di Bua, Luwu, Sulawesi Selatan dikabarkan mengalami kendala operasional, gegara turunnya pasokan listrik imbas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) kekurangan air.

Berdasarkan laporan berbagai media lokal, kondisi tersebut membuat PT BMS berencana merumahkan sekitar 570 pekerja.

Kendati begitu, para pekerja yang dirumahkan disebut bakal tetap menjadi karyawan aktif dan mendapatkan hak serta kewajibannya.


Turunnya pasokan listrik gegara PLTA kekurangan air dikabarkan menyebabkan smelter berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) 1 PT BMS mengalami penurunan produksi.

Kalla Group selaku induk usaha PT BMS belum membalas permintaan konfirmasi dan tanggapan yang dikirimkan Bloomberg Technoz.