Saham BWPT: Dari Rp1.430, Hingga Pernah Gocap
Tim Riset Bloomberg Technoz
28 August 2026 15:51

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) tengah menjadi sorotan investor baru–baru ini hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut buka suara. Sebelumnya, perseroan angkat bicara ihwal kisruh investasi dua pemegang saham besarnya yang berlanjut ke Mahkamah Agung (MA) di Indonesia.
Perhatian pasar tertuju terhadap harga saham BWPT yang terus melanjutkan tren turun (bearish) semenjak aksi pembelian terjadi pada 2016 yang lalu, saat Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (Felda) membeli saham perseroan.
Diketahui, kisruh yang tengah terjadi bermula dari Felda, melalui anak usahanya FIC Properties Sdn Bhd (FICP) membeli 37% saham Eagle High pada Desember 2016 dari PT Rajawali Capital International (RCI) senilai US$505,4 juta atau RM2,3 miliar. Dalam dokumen pemerintah Malaysia, harga pembelian tersebut tercatat mencapai US$505,4 juta atau setara dengan US$0,043 per saham (Rp580 per saham).
Hingga perdagangan siang hari ini, Jumat (28/8/2026), saham BWPT dibuka hijau di posisi Rp104 per saham. Pada siang hari, saham saham BWPT masih melesat 2,95% di posisi Rp 105 per lembar saham.
Meski begitu, sejatinya saham BWPT berada dalam tren turun. Sepanjang 2026, saham BWPT sudah ambruk 27,27%. Kapitalisasi pasar BWPT juga tergerus menjadi Rp3,27 triliun dari yang sebelumnya sempat menyentuh Rp4,5 triliun.






























