Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.692/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 August 2026 15:56

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan penguatannya hingga penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026) dan terapresiasi 0,19% ke Rp17.692/US$. 

Apresiasi rupiah datang bersamaan dengan terpangkasnya harga minyak mentah jenis Brent sebesar 0,89% ke US$88/barel. Namun, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang masih bertahan tinggi di 99,16 menahan sebagian mata uang Asia.

Dari kawasan, won Korea Selatan menguat paling tajam 0,69%. Disusul dolar Taiwan, rupiah, rupee India, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia.


Sementara, peso Filipina melanjutkan pelemahannya menjadi 0,64%, disusul baht Thailand, yen Jepang, dan yuan China. 

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)

Dari luar negeri, sentimen positif mewarnai pergerakan harga minyak mentah. Iran menyebut pemulihan hubungan diplomasi dengan AS bukan hal yang mustahil, usai melakukan diskusi dengan Qatar.