Logo Bloomberg Technoz

BLU Pasok Batu Bara PLTU, Pembayaran Diminta Lebih Cepat dari PLN

Azura Yumna Ramadani Purnama
27 August 2026 15:40

Tumpukan batu bara di Pelabuhan Karya Citra Nusantara (KCN) Marunda di Jakarta, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Tumpukan batu bara di Pelabuhan Karya Citra Nusantara (KCN) Marunda di Jakarta, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri mineral dan batu bara (minerba) berharap penunjukan badan layanan umum (BLU) energi menjadi pemasok batu bara untuk pembangkit dapat menyelesaikan persoalan lambatnya pembayaran kontrak batu bara penambang oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Ketua Badan Kejuruan Pertambangan Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Rizal Kasli berharap BLU sektor energi tersebut dapat memperkuat manajemen keuangan dalam pengelolaan pasokan batu bara pembangkit, agar pembayaran ke pemasok dapat jauh lebih lancar.

“Manajemen keuangan [BLU sektor energi pengelola pasokan batu bara pembangkit] dan pembayaran ke pemasok juga harus diperkuat agar penambang terbantu cashflow-nya untuk mendukung kelancaran operasional,” kata Rizal ketika dihubungi, Kamis (27/8/2026).

Batu bara untuk PLTU Cirebon-1.//Bloomberg-Muhammad Fadli

Bagaimanapun, Rizal meyakini pembentukan BLU sektor energi pemasok batu bara dan gas ke pembangkit bertujuan agar pasokan energi pembangkit listrik lebih terjamin.

Dia mencatat kebutuhan batu bara untuk pembangkit PLN mencapai sekitar 155 juta ton per tahun atau sekitar 13 juta ton per bulan. Selain itu, PLN juga harus memastikan stok energi yang dimiliki dapat mencukupi standar hari operasi pembangkit (HOP) 2 hari.