Logo Bloomberg Technoz

Alasan IHSG Ditutup Melemah 1% di 6.405

Muhammad Julian Fadli
26 August 2026 17:47

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (26/8/2026), ditutup di zona merah pasca kehilangan 1,48% di posisi 6.405,68. Amblesnya saham–saham berbobot besar jadi sebab, terutama saham BBRI dan saham BRPT, hingga diperberat lagi oleh saham Amman Mineral (AMMN).

Sepanjang perdagangan Sesi II, IHSG langsung terpeleset di zona merah dengan pelemahan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 6.532,17 sampai dengan terendahnya 6.405,68.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 26 Agustus 2026 (Bloomberg)

Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan oleh aksi profit taking pada saham-saham konglomerasi. Sentimen pasar turut dibebani oleh pelemahan nilai tukar rupiah 0,01% di level Rp17.712/US$, seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap demonstrasi, yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian dan mendorong investor untuk lebih defensif.


Secara analisis teknikal, pelemahan pada perdagangan hari ini menyeret IHSG kembali menguji area support psikologis 6.400, mengutip Phintraco Sekuritas.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp18,08 triliun dari sejumlah 42,08 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi menyentuh 2,51 juta kali diperjualbelikan.