Logo Bloomberg Technoz

Saham Batu Bara Tertekan Usai DSI Umumkan Bakal Ambil Untung

Cahya Puteri Abdi Rabbi
26 August 2026 14:55

Karyawan beraktivitas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan beraktivitas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah saham emiten batu bara kompak melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Pergerakan ini tak lama setelah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menyatakan akan mengambil keuntungan secara wajar dari proses pemantauan dan perantara ekspor komoditas strategis.

Hingga pukul 14.45 WIB, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 2,42% ke level Rp2.420. Pelemahan juga terjadi pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 3,61% menjadi Rp187, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 0,39% menjadi Rp25.300, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turun 0,76% ke Rp2.610.

Pergerakan tersebut terjadi setelah DSI menyatakan akan mengambil margin secara wajar dalam menjalankan mandat tata kelola ekspor SDA. DSI pada tahap awal mendapat mandat untuk mengelola ekspor tiga komoditas strategis, yakni batu bara, minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), dan paduan besi atau ferro alloy.


Direktur Keuangan dan Treasury DSI, Sinthya Roesly menjelaskan DSI sebagai perseroan terbatas perlu melakukan cost recovery atas biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan mandat tersebut. Menurutnya, DSI juga akan memperoleh margin yang wajar dari layanan yang diberikan.

“Sehingga, atas mandat itu, ada ongkos yang dikeluarkan, tentu ada margin yang reasonable, yang wajar, yang dapat diperoleh oleh DSI,” kata Sinthya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Senin (24/8/2026).