Logo Bloomberg Technoz

KKI Terhubung QRIS, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Konsumtif

Pramesti Regita Cindy
24 August 2026 12:40

Ilustrasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) (Diolah)
Ilustrasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kehadiran Kartu Kredit Indonesia (KKI) berpotensi meningkatkan perilaku konsumtif masyarakat sebab hal ini turut memperluas penggunaan fasilitas kredit melalui transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, risiko bisa muncul sebab penggunaan KKI dapat menghilangkan salah satu hambatan dalam penggunaan kartu kredit, yakni adanya keterbatasan pedagang yang memiliki fasilitas penerimaan kartu.

"Sebelumnya, seseorang hanya dapat bertransaksi dengan kartu pada pedagang yang mempunyai fasilitas penerimaan kartu. Dengan KKI sebagai sumber dana QRIS, batas tersebut menjadi jauh lebih kecil," kata Josua kepada Bloomberg Technoz, dikutip Senin (24/8/2026). 


Selain itu, secara perilaku hal ini dapat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian spontan atau membelanjakan lebih banyak daripada saldo yang sebenarnya tersedia. 

Oleh karena itu, ia menilai bukan hanya penggunaan QRIS yang perlu diwaspadai, tetapi juga semakin mudahnya mengubah titik-titik QRIS menjadi tempat penggunaan utang konsumsi.