Logo Bloomberg Technoz

Prospek Suram Industri Smartphone Berlangsung Hingga 2027

Muhammad Fikri
24 August 2026 10:15

Acara Peluncuran Produk Apple di New York (Bloomberg/Adam Gray)
Acara Peluncuran Produk Apple di New York (Bloomberg/Adam Gray)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Industri smartphone global diperkirakan menghadapi tekanan berat hingga 2027 setelah data shipment hp dunia diproyeksikan turun 14,3% pada 2026. Kenaikan biaya komponen, keterbatasan perangkat berharga murah, serta daya beli konsumen yang melemah menjadi penekan utama pasar.

Berdasarkan laporan Counterpoint Research yang dikutip Senin (24/8/2026) dipublikasikan pada 21 Agustus 2026, kondisi pasar diperkirakan belum pulih pada tahun depan. Pengiriman smartphone global diproyeksikan kembali turun 1,4% pada 2027 sebelum memasuki fase pemulihan yang lebih kuat pada 2028.

Counterpoint menilai tekanan terhadap industri smartphone kali ini bukan hanya berasal dari lemahnya permintaan. Kenaikan biaya komponen dan berkurangnya ketersediaan perangkat di segmen harga rendah turut memperburuk keterjangkauan produk bagi konsumen.


Memori untuk perangkat mobile disebut menjadi kendala terbesar dalam rantai pasok, sementara kenaikan harga chipset juga memberikan tekanan terhadap berbagai kelas smartphone, mulai dari premium, menengah hingga produk lama.

Dampak terbesar diperkirakan terjadi pada smartphone dengan harga rendah. Pada segmen tersebut, biaya komponen mengambil porsi lebih besar dari total biaya produksi sehingga produsen memiliki ruang yang lebih terbatas untuk menyerap kenaikan biaya.