Logo Bloomberg Technoz

IPO SWAP Dibayangi Risiko Piutang & GeNose yang Tak Lagi Terjual

Cahya Puteri Abdi Rabbi
24 August 2026 12:50

Universitas Gadjah Mada (Dok. UGM)
Universitas Gadjah Mada (Dok. UGM)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset milik Universitas Gadjah Mada (UGM), akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru. 

Di tengah rencana tersebut, SWAP mengungkap sejumlah risiko usaha, mulai dari pemasaran produk, piutang yang berpotensi tidak tertagih, hingga persediaan GeNose yang saat ini tidak dapat dijual.

GeNose adalah alat skrining cepat untuk mendeteksi infeksi virus Corona melalui embusan napas. Alat ini dikembangkan oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sempat menjadi syarat alternatif perjalanan umum serta tes massal berbiaya murah selama masa pandemi COVID-19.


SWAP menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran awal berada pada kisaran Rp130-Rp140 per saham, sehingga nilai penawaran umum maksimal mencapai Rp45,22 miliar.

Manajemen Swayasa Prakarsa menyampaikan bahwa risiko utama yang membayangi yakni distribusi dan pemasaran. Produk Swayasa merupakan hasil penelitian yang membutuhkan edukasi dan penetrasi pasar, sehingga penerimaan produk bergantung pada edukasi dan promosi kepada konsumen, tenaga kesehatan, distributor, maupun pihak terkait lainnya.