Logo Bloomberg Technoz

Buruh Lapor Ketidaksesuaian Desil, Jaminan Sosial Terancam

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 August 2026 12:20

Warga melakukan pengecekan desil di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melakukan pengecekan desil di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) melaporkan telah menerima rentetan keluhan darii para buruh mengenai ketidaksesuaian penetapan status desil ekonomi mereka dengan kondisi penghasilan dan beban hidup di lapangan.

Presiden Aspirasi, Mirah Sumirat mengonfirmasi bahwa banyak pekerja mengalami kenaikan kelas desil secara mendadak. Hal ini dirasa membingungkan karena kondisi finansial riil mereka tidak mengalami perbaikan.

“Kami menerima keluhan dari pekerja bahwa posisi desil mereka berubah atau naik. Sementara kondisi pekerjaan, penghasilan, dan beban rumah tangga mereka pada dasarnya tidak mengalami perubahan yang berarti,” ungkap Mirah saat dihubungi, Senin (24/8/2026).


Mirah menegaskan bahwa persoalan ini berdampak langsung terhadap hilangnya hak buruh dalam mengakses jaminan sosial. Mirah mengatakan, perubahan status angka dalam sistem kerap memutus bantuan secara sepihak, padahal beban riil pekerja justru makin berat seiring lonjakan biaya hidup.

“Kami menerima keluhan bahwa masyarakat yang sebelumnya mendapatkan bantuan sosial kemudian tidak lagi menerima bantuan setelah data dan posisi desil mereka berubah,” tambahnya.