Logo Bloomberg Technoz

Ratusan Ton Emas Masyarakat Bakal Wajib Masuk Bank Emas?

Sabrina Mulia Rhamadanty
23 August 2026 09:35

Emas Antam Stagnan Saat Harga Emas Dunia Turun Overbought (Bloomberg Technoz)
Emas Antam Stagnan Saat Harga Emas Dunia Turun Overbought (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, setidaknya masih ada 1.800 ton emas yang disimpan oleh masyarakat Indonesia dengan nilai mencapai US$252 miliar (setara sekitar Rp4.458 triliun).

Airlangga memiliki target bahwa "emas di bawah bantal" dapat berpindah ke instrumen keuangan atau bank emas sehingga mendorong pengembangan ekosistem bullion nasional. Tidak secara drastis, setidaknya 20% dari total emas yang ada di Indonesia.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah ini bakal menjadi kebijakan wajib? Kemenko Perekonomian dalam pernyataan terbaru terangkan "Pemerintah tidak bermaksud mengambil alih atau mengalihkan kepemilikan emas masyarakat. Kepemilikan dan keputusan masyarakat untuk menyimpan, memperdagangkan, atau memanfaatkan emas tetap menjadi hak masyarakat sepenuhnya," dikutip Minggu (23/8/2026).


Potensi emas yang disimpan masyarakat untuk segera dipindahkan ke bullion sempat disampaikan Airlangga dalam Peluncuran Indonesia Bullion Market Association di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta.

Melihat potensi tersebut, Airlangga telah meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Pegadaian membujuk masyarakat agar memindahkan simpanan emas pribadi mereka ke lembaga jasa keuangan tersebut.