Logo Bloomberg Technoz

Airlangga Heran Lembaga Rating Soroti Kondisi Fiskal RI

Pramesti Regita Cindy
06 October 2026 17:50

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan penilaian sejumlah lembaga pemeringkat atau rating agency terhadap indikator makro ekonomi Indonesia. 

Airlangga bilang hal ini membuatnya heran sebab makroprudensial Indonesia tergolong jauh lebih konservatif dibandingkan dengan sejumlah negara besar maupun dengan negara tetangga.

Dia mempertanyakan mengapa ruang fiskal negara lain dapat dinilai berbeda, sementara Indonesia justru mendapat sorotan ketika menjaga disiplin fiskal.


Padahal saat ini postur rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini berada di level 41% dengan defisit anggaran yang selalu terjaga di bawah 3%.

"Bandingkan dengan Amerika yang 5,8% defisitnya, kemudian utangnya terhadap PDB 123,3%, kemudian India minus 4,45 dan utangnya 83,10%, Jepang defisitnya minus 0,6%, cuman utangnya 248,7%, dan negara tetangga kita Singapura budget positif 1,9% tapi debtnya di 171,3%," kata Airlangga dalam Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).