Antisipasi Krisis Utang AS, Dalio Sarankan Beli Emas & Bitcoin
News
22 August 2026 20:30

Ye Xie - Bloomberg News
Bloomberg, Miliarder Ray Dalio menyatakan bahwa para investor sebaiknya menguraikan kepemilikan obligasi mereka dan mengalokasikan hingga 15% dari dana mereka ke instrumen emas guna mengantisipasi risiko krisis utang AS yang ia peringatkan bisa terjadi dalam waktu tiga tahun ke depan.
Dalam sebuah unggahan di LinkedIn pada Jumat (21/8), pendiri Bridgewater Associates tersebut menyampaikan bahwa investor harus melakukan diversifikasi ke berbagai aset dan negara yang memiliki kondisi keuangan kuat. Mengurangi bobot obligasi serta memegang sekitar 10% hingga 15% portofolio dalam bentuk emas dan "sedikit" Bitcoin dapat mengurangi risiko sekaligus meningkatkan imbal hasil, terang Dalio, yang telah lama menyuarakan bahaya dari penumpukan utang pemerintah.
Pernyataannya muncul di saat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, serta Jepang—kreditur asing terbesar bagi Amerika—melepas obligasi AS demi menopang mata uang yen. Guna menahan keterpurukan pasar obligasi, Menteri Keuangan Scott Bessent pekan ini mengumumkan rencana untuk meningkatkan pembelian kembali (buyback) utang jangka panjang—sebuah langkah mengejutkan yang sejauh ini hanya memberikan dampak positif jangka pendek.
Dinamika terbaru ini sejalan dengan kerangka kerja siklus utang yang Dalio uraikan dalam bukunya "How Countries Go Broke: The Big Cycle," tulisnya. Membengkaknya biaya layanan utang pada akhirnya berbenturan dengan minimnya permintaan investor, ujarnya, sehingga memaksa pemerintah untuk menerima suku bunga yang lebih tinggi atau memaksa bank sentral mencetak uang demi membeli utang—langkah yang melemahkan mata uang sekaligus memicu inflasi sepanjang prosesnya.



























