Logo Bloomberg Technoz

Risiko Investasi di RI Menanjak, Yield SUN 10 Tahun Naik ke 7,21%

Redaksi
06 October 2026 11:19

Ilustrasi pasar keuangan. (Bloomberg)
Ilustrasi pasar keuangan. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Premi risiko investasi di Indonesia masih diganjar mahal oleh investor, yang tercermin dari pergerakan Credit Default Swap (CDS) INDON tenor 5 tahun. 

Melansir data Bloomberg pada Selasa (6/10/2026), CDS INDON tenor 5 tahun berada di sekitar 94,91 pukul 10.02 WIB, mencerminkan kehati-hatian investor asing dalam menempatkan dana pada aset-aset portofolio di Indonesia. 

Sebelumnya, CDS sempat melandai dan berada dalam posisi terendahnya di 82,93 pada Kamis (17/9). Lalu kembali menanjak hingga sempat berada di level 95,84 pada awal Oktober. Posisi CDS yang kembali meninggi ini hampir melampaui posisi tertingginya dalam tiga bulan terakhir. 


Peningkatan premi risiko investasi di Indonesia sekurang-kurangnya disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, pergerakan harga minyak yang bertahan tinggi dan memperpanjang tekanan inflasi global. Di Indonesia, misalnya, inflasi September tercatat naik menjadi 3,28% dari posisi sebelumnya 3,19%. 

Sebagai negara pengimpor minyak, kenaikan harga minyak mentah menjadi sentimen pemberat yang menimbulkan kekhawatiran terkait fiskal dan pelebaran defisit neraca perdagangan. Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi, terlebih pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan bensin bersubsidi (Pertalite).