Logo Bloomberg Technoz

Ujian Lelang Sukuk: Yield US Treasury Naik & CDS Meninggi

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 October 2026 09:04

Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)
Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah kembali menggelar lelang sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (6/10/2026). Pemerintah menetapkan target indikatif lelang sukuk sebesar Rp10 triliun, dengan 8 seri yang terdiri dari 3 SPN-S dan 5 PBS.

Seluruh seri yang ditawarkan adalah sukuk reopening, dengan jatuh tempo mulai dari November tahun ini hingga Desember 2049. 

Lelang sukuk Selasa (6/10/2026), target indikatif Rp10 triliun. (DJPPR).

Mengacu data lelang sukuk dua pekan sebelumnya, Selasa (22/9/2026), minat investor terlihat meningkat dengan total penawaran yang masuk (incoming bids) mencapai Rp26,9 triliun, naik Rp756 miliar atau sekitar 2,89% daripada lelang sebelumnya Rp26,14 triliun. 


Kala itu, lelang berlangsung dalam situasi pasar obligasi yang lebih kondusif dengan pergerakan rupiah berada di kisaran Rp17.838/US$, lalu yield obligasi Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun berada di 7,11%. 

Akan tetapi, lelang sukuk kali ini berlangsung dalam kondisi pasar obligasi yang lebih menantang, lantaran adanya kenaikan yield US Treasury hingga ke 5,3%. Kenaikan yield ini diikuti oleh aksi jual obligasi oleh investor di berbagai negara.