Logo Bloomberg Technoz

IHSG Dibuka Menguat Berkat Sinyal The Fed yang Lebih Dovish

Muhammad Julian Fadli
06 October 2026 09:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (6/10/2026), dibuka menguat. Hingga pukul 9.07 WIB, indeks mencatat kenaikan 20,27 poin atau setara dengan menguat 0,33% ke level 6.139.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai tujuh menit berlangsung, volume perdagangan tercatat 11,81 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,04 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 156.833 kali.

Sebanyak 322 saham menguat, dan 179 saham melemah. Sementara, 215 saham tidak bergerak.


Untuk perdagangan hari ini, Selasa (6/10/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, penguatan IHSG didukung ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish setelah data tenaga kerja AS September hanya menambah 29 ribu pekerjaan, lebih rendah dari ekspektasi pasar 90 ribu, sementara tingkat pengangguran melesat 4,2%. Biarpun demikian, investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp123 miliar, sehingga penguatan masih perlu dikonfirmasi.

Fokus sentimen berikutnya akan bergeser ke data ekonomi global, terutama FOMC Minutes pada 7 Oktober yang akan menjadi petunjuk terhadap arah suku bunga setelah The Fed menaikkan FFR menjadi 3,75%–4,00%. Pasar juga mencermati US Treasury 10Y yang masih tinggi mencapai 5,3%; pelemahan data ekonomi dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan/penahanan suku bunga, namun yield tinggi tetap menjadi risiko bagi aset emerging market.