Logo Bloomberg Technoz

Dari dalam negeri, aksi jual di pasar US Treasury membawa 'berkah'. Dalam dua hari beruntun, yield di pasar obligasi domestik menguat dan terpangkas pada semua tenor. 

Pergerakan yield di pasar Surat Utang Negara (SUN) pada Kamis (20/8/2026). (Bloomberg)

Tenor 4-5 tahun dan tenor 9-10 tahun, turun cukup dalam. Yield tenor 4 tahun turun 14,9 basis poin (bps), dan tenor 10 tahun turun 8,2 bps. 

Ada indikasi bahwa premi risiko Indonesia sedang terpangkas, didukung oleh keputusan BI untuk mempertahankan BI Rate di 5,75%, serta berlanjutnya stabilitas rupiah. 

Dengan durasi dan yield yang menarik, tenor-tenor tersebut digemari investor. Selain itu, spread antara US Treasury dan Surat Utang Negara (SUN) makin menarik. 

Yield SUN tenor 10 tahun berada di 7,02%, obligasi Indonesia berdenominasi dolar AS berada di 5,62%, sedangkan US Treasury 4,65%. Spread yang masih cukup lebar ini memberi daya tarik bagi investor asing, terutama saat ini risiko rupiah relatif lebih terkendali. 

(dsp/aji)

No more pages