Penjualan Barang Mewah China Anjlok, Pajak Tekan Konsumen Kaya
News
20 August 2026 16:50

Bloomberg News
Bloomberg, Merek-merek mewah global menghadapi penurunan penjualan yang kian mendalam di China, seiring dengan kampanye negara tersebut dalam mengenakan pajak atas kekayaan di luar negeri (offshore wealth). Hal ini menimbulkan dampak berantai dari pasar saham hingga lantai kasino, serta menekan pengeluaran dari para konsumen terkaya di negara itu.
Penjualan di 25 label mewah terbesar di China melon penurunan lebih dari 10% pada bulan Juli, menurut tiga firma riset yang dipantau oleh Bloomberg. Penurunan ini lebih buruk dibandingkan perlambatan pada bulan Juni, sekaligus menandai pembalikan tajam dari kuatnya bisnis di awal tahun ini.
Merek Louis Vuitton dan Dior milik LVMH, serta Gucci, Bottega Veneta, dan Balenciaga milik Kering SA seluruhnya mencatat penurunan penjualan hingga dua digit, sementara Hermes berbalik dari pertumbuhan menjadi penurunan. Pertumbuhan untuk Chanel dan Prada juga melambat secara signifikan.
Bagi raksasa barang mewah global, penurunan ini menambah ketidakpastian terhadap prospek di salah satu pasar terpenting mereka. Tiongkok sebelumnya menjadi mesin utama pertumbuhan industri mewah selama berdekade-dekade. Namun, persaingan untuk menggaet pembeli terkaya makin ketat di tengah pemangkasan pengeluaran oleh kelas menengah akibat kelesuan ekonomi negara tersebut.


































