Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Menguat, Lanjut ke Bawah Rp17.800/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 August 2026 09:33

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Kamis (20/8/2026) dengan penguatan 0,13% ke Rp17.809/US$, di tengah kenaikan harga minyak yang kembali tembus ke US$92/barel. Pergerakan mata uang Asia yang stabil menopang rupiah dan melanjutkan penguatan 0,21% ke Rp17.795/US$.

Penguatan rupiah tertopang oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan membawa sebagian besar mata uang Asia di zona hijau. Baht Thailand menguat 0,72%, disusul ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Taiwan, dan rupiah, juga yuan offshore.

Sebaliknya, won Korea Selatan kembali melemah, bersama yen Jepang dan dolar Hong Kong. 

Rupiah menguat bersama mata uang Asia. (Bloomberg)

Risalah rapat Federal Open Market Committe (FOMC) 28-29 Juli yang dirilis menunjukkan sejumlah pejabat sebenarnya mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps), sementara banyak lainnya menilai pengetatan masih hanya diperlukan jika inflasi tetap tinggi. 

Mayoritas pejabat The Fed memilih mempertahankan suku bunga di 3,5-3,7%dengan voting 9 banding 3. Perdebatan terutama datang dari prospek inflasi yang dinilai penuh ketidakpastian, terlebih eskalasi konflik Iran berpotensi mendorong kembali harga energi.